Siapa Kita

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sebanyak 487 organisasi dari unsur organisasi non pemerintah dan organisasi pencinta alam, serta 203 anggota individu yang tersebar di 28 propinsi di Indonesia. Sejak tahun 1980 hingga saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.

WALHI menyadari bahwa perjuangan tersebut dari hari kehari semakin dihadapkan dengan tantangan yang berat, terutama yang bersumber pada semakin kukuhnya dominasi dan penetrasi rezim kapitalisme global melalui agenda‐agenda pasar bebas dan hegemoni paham liberalisme baru (neo‐liberalism), dan semakin menguatnya dukungan dan pemihakan kekuatan politik dominan di dalam negeri terhadap kepentingan negara‐negara industri atau rejim ekonomi global. Rezim kapitalisme global menempatkan rakyat, lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat, bahkan bumi sebagai tumbal akumulasi kapital. Eksploitasi dan pengerukan sumber daya alam yang tiada habisnya yang berujung pada krisis lingkungan hidup, telah mempengaruhi tatanan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya dan pada akhirnya meningkatkan ancaman kerentanan keselamatan dan kehidupan seluruh warga negara, baik di perdesaan maupun perkotaan.

Di tengah tantangan perjuangan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat yang begitu berat, dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan luas untuk secara bersama-sama memperjuangkan keadilan ekonomi, sosial dan ekologis untuk generasi hari ini dan generasi mendatang. WALHI memastikan dirinya menjadi bagian utama dari gerakan ini.

WALHI DKI Jakarta

WALHI Jakarta berdiri setelah diselenggarakan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) DKI Jakarta pada tanggal 3 Juli 1989 sebagai respon dari isu desentralisasi WALHI yang merupakan hasil kesepakatan Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH IV) tanggal 1 – 5 Juni 1989 di Sawangan – Bogor. WALHI Jakarta lahir setelah ada kesepakatan untuk membangun WALHI daerah, sebagai konsekuensi logis dari perjuangan demokratisasi dan desentralisasi oleh WALHI.

Pada Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) 2018 yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi yang dilaksanakan sekali dalam 4 (empat) tahun pada 2-3 Agustus bertempat di Ruang Pertemuan YLBHI, WALHI DKI Jakarta saat ini beranggotakann 32 anggota lembaga forum. Dalam PDLH tersebut salah satu agendanya adalah memilih fungsionaris WALHI DKI Jakarta periode 2018-2022, antara lain Tubagus Soleh Ahmadi (Sebagai Direktur Eksekutif), dan 4 (empat) Dewan Daerah yakni Puspa Dewi, Reynaldo Sembiring, Nelson Nikodemus Simamora, dan Adrie Charviandi.

Pada Pertemuan Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup (KDLH) 2019, yang diselenggarakan di Bina Desa, anggota WALHI DKI Jakarta berjumlah 27 anggota lembaga, yakni:

  1. Agrawitaka Univ. Moestopo
  2. KPA Arkadia UIN Jakarta
  3. Bina Desa
  4. Cicera Univ. Pancasila
  5. GPA Cheby AIS
  6. ICEL
  7. Kapa FT UI
  8. Kempala Univ. Terbuka
  9. KMPA Eka Citra – UNJ
  10. KMPA Manunggal Bhawana ITI
  11. LBH APIK
  12. LBH Jakarta
  13. LP3ES
  14. Magipala Poltekes Jakarta
  15. Marpala UBK
  16. Mateksapala Poltekes Jakarta
  17. PAN Indonesia
  18. PBHI
  19. PMK HKBP
  20. PKBI Jakarta
  21. P3M
  22. KMPLHK Ranita
  23. Solidaritas Perempuan
  24. SPA
  25. Yakoma PGI
  26. YLBHI
  27. YLKI