Pindah IKN untuk menyelamatkan Jakarta dari Tenggelam adalah Sesat Pikir yang Berbahaya  

SIaran Pers

Jakarta, 14 Agustus 2022

 

Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria, yang menyebutkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) akan membantu mencegah Jakarta dari ancaman tenggelam adalah sesat pikir yang berbahaya. Menurutnya, Pemindahan IKN yang akan diikuti oleh perpindahan 1 juta Aparat Sipil Negara (ASN) akan membantu mengurangi penggunaan air tanah sehingga dianggap akan mengurangi laju penurunan muka tanah.

 

“Pernyataan Wagub ini adalah logical fallacy yang berbahaya yang dapat menumbalkan keberlangsungan lingkungan hidup dan hidup warga Jakarta. Jelas sekali bahwa premis akar masalah yang menyebabkan Jakarta tenggelam dan kesimpulan yang ditarik sebagai landasan solusi, tidak nyambung,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Suci Fitria Tanjung.

 

Lebih lanjut, Walhi Jakarta menilai akar masalah yang mengancam Jakarta tenggelam justru berada di pemerintah yang gagal dalam merencanakan tata ruang, menyediakan layanan pipa air bersih, dan melakukan penegakan aturan terkait ekstraksi air tanah dalam equifier untuk sektor komersil dan industri. Kegagalan pemerintah juga tercermin dari minimnya kawasan imbuhan air tanah karena 64-92 persen merupakan tutupan lahan kedap dan terbangun (Data DLH DKI Jakarta). Dengan kata lain, beberapa wilayah di Jakarta kehilangan kemampuan menyerap air sehingga mengganggu ketersediaan air tanah.

 

“Wilayah dengan tutupan lahan kedap air paling tinggi adalah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, yang mana, kedua daerah tersebut juga merupakan wilayah yang paling tinggi angka penurunan muka tanahnya,” kata Suci.

 

Selain itu, penyataan Riza soal upaya pencegahan Jakarta tengelam juga kontradiktif dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Melalui Peraturan Gubernur Nomor 118 Tahun 2020, pemerintah justru mempermudah Izin pembangunan Gedung di Jakarta. Padahal, penurunan muka tanah juga dipengaruhi oleh beban bangunan.

 

Secara umum, Walhi Jakarta menilai pemindahan IKN tidak akan berdampak signifikan pada penurunan masalah lingkungan hidup di Jakarta. Sebab, pasca pemindahan tersebut, Jakarta masih diwacanakan menjadi pusat bisnis dan jasa global di mana kebutuhan terhadap ruang akan terus tinggi dan wacana pemulihan lingkungan hidup di Jakarta menjadi semakin sulit dibayangkan.

 

“Pemindahan ibu kota sama sekali tidak berkaitan dengan agenda pemulihan lingkungan hidup di Jakarta. Selama ambisi pembangunan tidak diturunkan, Jakarta akan sulit pulih. Jadi, berhenti menggunakan alasan perbaikan lingkungan hidup di Jakarta untuk memuluskan rencana pemindahan ibu kota,” Kata Suci.

 

Narahubung:

Muhammad Aminullah – Walhi Jakarta

085695523194