STOP MERAMPAS LAUT KAMI !!!

Siaran Pers Warga Pulau Pari Menyikapi Pengrusakan dan Perampasan Wilayah Kelola Rakyat Pulau Pari

Selasa, 05 Maret 2019. Sekitar 40 orang warga Pulau Pari melakukan aksi penghentian aktivitas pengeboran laut yang dilakukan oleh PT. PRATAMA WIDYA di Gugusan Pulau Pari. 

Sudah sebulan terakhir  ini PT PRATAMA WIDYA melakukan aktivitas di Pulau Burung, Pulau Kongsi dan Pulau Tikus, pulau-pulau yang masih satu gugusan dengan Pulau Pari. Dalam aksi  kemarin, Warga Pulau Pari melakukan aksi di laut, warga meminta agar aktivitas pengeboran segara dihentikan karena dianggap dapat merusak lingkungan.

Sebelumnya pada tanggal 1 Maret, beberapa perwakilan dari warga Pulau Pari melakukan observasi langsung di Pulau Kongsi, diantaranya Nurhasyim selaku Pengurus RW 04, perwakilan pengurus RT, perwakilan pengurus DPL – BM, perwakilan pengurus Pokwasmas dan Fahrul selaku Polsubsektor. Dari hasil observasi yang didapat bahwa ternyata pekerja PT PRATAMA WIDYA tidak bisa menunjukkan ijin ataupun dokumen resmi terkait aktivitas pekerja tersebut, sementara, mereka sudah melakukan pengeboran laut mencapai kedalaman kurang lebih 30 meter dengan menggunakan mesin bor.

Menurut Teni Muharam salah satu pekerja PT PRATAMA WIDYA,  “aktivitas ini dilakukan untuk penelitian tanah dan topografi yang nantinya akan dibangun villa terapung”. Villa terapung tersebut direncanakan dibangun di atas 200 Ha kawasan laut dan 9 Ha daratan Pulau Kongsi. Tetapi beliau tidak menyebutkan siapa pemilik villa terapung tersebut. Pekerja PT PRATAMA WIDYA yang berjumlah 10 orang sementara tinggal di Pulau Kongsi.

“Rencana pembangunan villa mewah ini akan merampas hak hidup warga Pulau Pari, karena di wilayah itulah kami menangkap ikan” Kata Edy Mulyono, ketua RT O1 Pulau Pari.

Seperti diketahui hingga saat ini warga Pulau Pari masih berkonflik dengan PT. Bumi Pari Asri. Daratan Pulau Pari yang hanya 41 hektare terancam dirampas perusahaan. Sekarang malah ada perusahaan yang akan merampas laut Pulau Pari.

Besar dugaan rencana perampasan daratan Pulau Pari masih berhubungan dengan rencana pembangunan villa mewah di laut Pulau Pari.  Karena itu warga Pulau Pari melakukan aksi, menolak pendirian villa terapung di gugusan Pulau Pari.

Kami Warga Pulau Pari akan tetap berjuang untuk darat dan laut kami, karena darat dan laut adalah hidup kami. Stop merampas darat dan laut kami” kata Wahyu, Ketua RT 02 Pulau Pari